Warga Bandung Ramai Ramai Deklarasi Anti-Hoax

Ribuan warga Kota Bandung dari berbagai elemen menggelar deklarasi antihoax atau kabar bohong di kawasan car free day (CFD) Dago, tepatnya di simpang Cikapayang, Jalan Ir H Djuanda, Kota Bandung, Minggu (6/1/2019).

Deklarasi itu sebagai bentuk perlawanan masyarakat terhadap maraknya kabar bohong yang marak beredar jelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Kegiatan yang digagas Polrestabes Bandung, Polda Jabar, Pemkot Bandung, dan Baraya Kota Bandung tersebut, dihadiri oleh Kapolda Jabar Irjen Polisi Agung Budi Maryoto, Wakapolda Jabar Brigjen Pol Supratman, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema, Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Ketua KPU, dan Ketua Bawaslu Kota Bandung.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan, selain sebagai bentuk perlawanan terhadap kabar bohong atau hoax yang marak beredar, deklarasi ini juga bentuk keprihatinan. “Masyarakat merasa terganggu dengan hoax yang marak beredar, terutama di media sosial,” kata Yana Mulyana di lokasi deklarasi, Minggu (6/1/2019).

Dengan deklarasi ini, ujar Yana, membuktikan masyarakat Kota Bandung telah dewasa dalam menghadapi pesta demokrasi yang sedang berlangsung saat ini.

“Kami telah membuktikan pada Pilgub Jabar dan Pilwalkot Bandung 2018 berlangsung lancar, aman, dan kondusif. Ini bukti kedewasaan masyarakat,” ujar Yana.

Yana berharap masyarakat untuk tidak terpancing kabar yang belum dipastikan kebenarannya. Lebih baik mencari check and recheck, klarifikasi, dan teliti sebelum mempercayai atau membagikan sebuah kabar atau informasi ke orang lain.

“Tabbayun (check and recheck) dan teliti sebelum share lagi. Mari sama-sama dewasa menggunakan media sosial (medsos) agar tidak ada berita hoax,” tutur Wakil Wali Kota.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Irman Sugema mengatakan, deklarasi anti hoax ini merupakan kegiatan positif sebagai bentuk perlawanan dan sikap kritis masyarakat dalam menanggapi hoax yang banyak beredar di medsos. “Deklarasi anti-hoax ini diikuti oleh ribuan orang dari 28 komunitas. Kegiatan ini akan terus dilaksanakan,” kata Irman di lokasi yang sama.

Irman berharap, deklarasi anti-hoax ini juga dapat menangkal konflik horisontal menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilih Legistatif (Pileg) 2019 mendatang. “Dengan kegiatan ini, harapannya tidak ada konflik sosial yang terjadi di Kota Bandung akibat hoax,” tandas Kapolrestabes.

Sumber: sindonews