Strategi Jitu Ridwan Kamil agar Angklung Bisa Mendunia

Gubernur Jawa Barat M Ridwan Kamil sangat berharap bahwa alat musik angklung bisa mendunia. Hal itu ia nyatakan di sela kegiatan perayaan Angklung’s Day ke 9 di Gedung Sate, Bandung, Minggu, 18/11.

Ridwan Kamil menegaskan warga Jawa Barat harus menjaga agar angklung tetap menjadi warisan dunia tak benda, salah satunya, dengan kegiatan memainkan alat angklung secara massal pada Angklung’s Day. Alat musik khas Sunda itu memang sudah ditetapkan sebagai warisan dunia tak benda oleh UNESCO pada 16 November 2010.

Angklung harus tetap terjaga, terpelihara, teregenerasikan dan terpromosikan secara luas baik lokal, nasional maupun internasional. “Keempat poin tersebut merupakan syarat mutlak dari UNESCO jika angklung ingin tetap menjadi warisan budaya tak benda dunia,” kata Ridwan Kamil.

Berikut 3 jurus Ridwan Kamil agar alat musik angklung mendunia.

1. Hibah angklung kepada Kedutaan Besar RI di seluruh dunia

Untuk keperluan itu Ridwan nKamil sudah berkomunikasi dengan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan Presiden Jokowi agar pada setiap Kedutaan Besar RI di seluruh dunia untuk memiliki instrumen angklung. “Nanti yang bikin Jabar,” kata Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil.

Menurut Emil angklung bisa jadi alat diplomasi paling mudah dan paling unik. Dengan angklung bisa menyanyikan lagu masing-masing negara. “Jadi angklung adalah sumbangan tatar sunda kepada dunia,” kata dia.

2. Membangun pusat kebudayaan di seluruh kabupaten/kota di Jabar

Dengan adanya pusat kebudayaan bisa jadi sarana memperkenalkan angklung sebagai warisan budaya dunia. “Kalau di Bandung ada Saung Angklung Udjo. Nanti di 27 kota/kabupaten akan juga diperkenalkan angklung seperti di Udjo,” kata Emil.

Ia berencana akan memanfaatkan lahan-lahan di Jabar yang tidak memiliki fungsi sosial untuk ditanami bambu. Tanaman ini adalah bahan utama pembuatan alat musik tradisional, khususnya angklung.

3. Peringatan Hari Angklung Sedunia alias Angklung’s Day

Seperti tema angklung’s day 2018, yakni From local to global, peringatan hari angklung sedunia menjadi perwujudan kepedulian rakyat Jabar dalam upaya pelestarian dan ngamumule salah satu budaya dan seni Sunda, yaitu angklung.

Kegiatan angklung’s day merupakan salah satu agenda agar angklung tetap terjaga, terpelihara, teregenerasikan dan terpromosikan secara luas baik lokal, nasional maupun internasional.

Dalam Angklung’s Day 2018 ini, sekitar 5.000 orang dari 172 grup kesenian seluruh penjuru Indonesia, dan peminat angklung dari luar negeri, merayakannya dengan bermain angklung serentak di halaman Gedung Sate Bandung, Minggu. Kegiatan yang dihadiri Ridwan Kamil ini berhasil memecahkan rekor dan meraih sertifikat penghargaan rekor diberikan oleh RHR (Record Holders Republic).

Sumber: tempo.co