Ridwan Kamil: Pembangunan di Jabar Tak Cuma Diukur Dalam 100 Hari

Tiga bulan sudah pasangan Mochamad Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum, menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur untuk memimpin Jawa Barat untuk lima tahun ke depan setelah dalam Pemilihan Gubernur Jabar dan Wakil Gubernur Jabar pada 2018 lalu memenangkannya setelah mengalahkan 3 pasangan lain.

Dan tepatnya pada Jumat (14/12), genap 100 hari sudah Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil dan Wakil Gubernur Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, memimpin Jawa Barat.

Gubernur Jawa Barat, Mochamad Ridwan Kamil menyatakan, pembangunan di Jawa Barat tidak bisa diukur dalam 100 hari sejak dirinya dilantik menjadi Gubernur Jawa Barat bersama Uu Ruzhanul Ulum sebagai Wakil Gubernur Jabar.

“Saya mah pada dasarnya begini, budaya 100 hari itu sebenarnya bikinan siapa saya ga ngerti, karena yang namanya bekerja tidak bisa diukur ada raport 100 hari,” ucap Gubernur, usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jabar, Kamis (23/12).

Menurut Gubernur, sukses tidaknya seorang pemimpin dalam memimpin dan membangun suatu daerah sepenuhnya ada di dalam penilaian masyarakat yang merasakannya, yang pasti pihaknya tidak memakai teori 100 harian, tetapi dimana siap kita langsung lakukan.

Gubernur Jabar menyebutkan selama ini Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat akan secepat mungkin melakukan berbagai pembahasan program kinerja. Dia mencontohkan seperti yang akan digulirkan Kamis, (14/12/2018) yaitu program Magrib Mengaji di Kota Sukabumi, kemudiian peluncuran program Paningkatan literasi dengan memberikan hibah Street Library di kota Bogor sekaligus meninjau korban bencana puting beliung.

“Yang penting saya kembalikan kepada masyarakat, apakah pondasi-pondasi inovasi baru ini kira-kira sesuai dengan ekspektasi atau tidak, jadi kalau boleh mah media evaluasinya tanya kepada masyarakat testimoni ya, saya juga pingin tahu, tapi kalau dari kami ya secepat mungkin kan kita melakukan bahasan-bahasan inovasi seperti itu,” tuturnya.

“Ada juga dalam 100 hari ini program yang tidak tercapai karena barang impornya tertahan di Tanjung Priok. Tapi intinya, kami ketika program sudah siap maka Pemprov Jabar akan segera melakukannya,” pungkasnya.